Wakil Bupati Misharti Buka Liga Champions Se-Tapung Raya, 14 Tim Berebut Gelar Juara
KANALSUMATERA.com - KAMPAR – Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., secara resmi membuka Liga Champions se-Tapung Raya di Desa Tapung Lestari, Kecamatan Tapung Hilir, Turnamen yang diikuti 14 tim tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi sepak bola, tetapi juga mempererat silaturahmi dan persaudaraan masyarakat antardesa. Minggu (18/10/2026).
Pembukaan turnamen berlangsung meriah dengan prosesi seremonial dan tendangan pertama oleh Wakil Bupati Kampar bersama Ketua DPRD Kampar, Ahmad Taridi, S.H.I. Kegiatan ini turut dihadiri kepala desa dari wilayah Kecamatan Tapung, Tapung Hilir, dan Tapung Hulu, serta para pemain dan masyarakat yang antusias menyaksikan pertandingan.
Liga Champions se-Tapung Raya menjadi salah satu wadah bagi masyarakat untuk menikmati hiburan olahraga sekaligus memperkuat hubungan sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.
Baca: Prabowo Pastikan Timnas Indonesia Dapat Bonus Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Antusiasme warga terlihat dari kehadiran penonton yang memberikan dukungan kepada tim-tim peserta. Kompetisi ini juga menjadi kesempatan bagi para pemain untuk menunjukkan kemampuan, membangun kekompakan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.
Misharti Tekankan Sportivitas dan Persatuan
Baca: Timnas Indonesia Wajib Menang, Ini Skenario Lolos Final FIFA ASEAN Cup 2026
Dalam sambutannya, Misharti mengingatkan seluruh pemain, ofisial, dan suporter agar menjaga ketertiban serta menjunjung tinggi sportivitas selama turnamen berlangsung. Menurutnya, semangat kompetisi harus berjalan seiring dengan sikap saling menghormati dan menjaga persaudaraan.
Ia juga mengapresiasi Pemuda Tapung Lestari yang telah menginisiasi kegiatan tersebut dengan melibatkan peserta dari tiga kecamatan di wilayah Tapung Raya.
Misharti berharap turnamen ini dapat menjadi ruang pertemuan positif bagi masyarakat sekaligus memperkuat kebersamaan antardesa di Kabupaten Kampar.
Baca: Fergus Tierney Bidik Gol ke Gawang Timnas Indonesia, Malaysia Siap Hadapi Tekanan SUGBK
“Jadikan kompetisi ini sebagai ajang mempererat silaturahmi, bukan memutus persaudaraan. Boleh bersaing untuk meraih kemenangan, tetapi sportivitas dan kebersamaan harus tetap menjadi yang utama,” ungkapnya.
Menurutnya, keberhasilan sebuah turnamen tidak hanya diukur dari siapa yang menjadi juara, tetapi juga dari bagaimana seluruh pihak menjaga suasana pertandingan agar tetap aman, tertib, dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan.
Baca: John Herdman Bangga, Timnas Indonesia Buka FIFA ASEAN Cup dengan Kemenangan
Karena itu, seluruh tim diharapkan mampu menerima hasil pertandingan dengan lapang dada serta menjadikan setiap pertandingan sebagai pengalaman untuk meningkatkan kemampuan dan kedewasaan dalam berolahraga.
Jadi Wadah Positif Generasi Muda
Selain mempererat hubungan antardesa, Liga Champions se-Tapung Raya diharapkan menjadi sarana bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan mengembangkan potensi di bidang sepak bola.
Baca: Indonesia vs Singapura: Skuad Garuda Bidik Awal Positif di FIFA ASEAN Cup 2026
Lapangan olahraga dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda, mulai dari kedisiplinan, kerja sama tim, tanggung jawab, hingga kemampuan menghargai lawan.
Melalui kegiatan seperti ini, pemuda diharapkan memiliki ruang untuk beraktivitas secara positif sekaligus terhindar dari berbagai kegiatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Baca: Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Singapura Jadi Lawan Perdana
Pemerintah Kabupaten Kampar, lanjut Misharti, berkomitmen mendukung perkembangan olahraga, khususnya sepak bola, agar semakin maju dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi.
“Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Kampar selalu komitmen untuk mendorong olahraga, khususnya sepak bola, berkembang dan maju di Provinsi Riau bahkan di nasional, sesuai dengan visi misi kita Kampar Dihati, ‘mewujudkan Kampar yang Berdaya Saing dan Unggul’,” tutupnya.
Penyelenggaraan Liga Champions se-Tapung Raya diharapkan dapat menjadi agenda olahraga yang berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Selain melahirkan persaingan yang sehat, turnamen ini juga diharapkan memperkuat solidaritas pemuda serta menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap olahraga sepak bola.
Baca: Fabregas Ungkap Rahasia Como Usai Tekuk Parma, Belajar dari Arsenal
Dengan dukungan masyarakat dan pemerintah, kompetisi sepak bola tingkat lokal seperti ini diharapkan menjadi salah satu fondasi pembinaan olahraga sekaligus mempererat persatuan di Kabupaten Kampar. (SM)
