Diduga Menghina Islam, Game Remi Indonesia Dikecam Netizen

Mawardi Tombang
Jumat, 8 November 2019 08:27:03

Pekanbaru, KANALSUMATERA.com - Salah satu game android diduga menistakan Agama Islam. Pasalnya game tersebut memuat beberapa kalimat yang menghina Agama Islam dan juga Nabi Muhammad SAW.

Salah seorang masyarakat Pekanbaru, Riau, Ihsanul Hakim, selaku gamer mengatakan game tersebut sangat memperlihatkan ujaran kebencian kepada Islam.

Sebab, dalam game tersebut ada kalimat yang sangat membuat dia marah karena menghina agamanya.

Hakim menjelaskan ia mengetahui game tersebut dari media sosial yang memberitahu bahwa game ini menyudutkan Islam.

Baca: Dukungan Gianni Infantino Makin Tergerus Jelang Pemilihan Presiden FIFA 2027

Ia lantas penasaran dan mendownload langsung game tersebut. Ternyata apa yang disampaikan dalam postingan Instagram tersebut benar adanya.

"Awalnya saya penasaran, karena game tersebut viral dan mendapat kecaman." ungkapnya saat dihubungi pada Kamis (7/11/2019) malam.

Hakim merasa geram kenapa game ini bisa beredar di tengah masyarakat, apalagi di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Untuk itu, demi menjaga toleransi antar agama, Hakim berharap pemerintah menindak tegas pembuat game ini, karena sudah menistakan Agama Islam dan dikhawatirkan bisa memicu konflik antar umat beragama.

Baca: Wabup Misharti Buka Seleksi PORSENIJAR PGRI Kampar 2026, Dorong Sportivitas Guru

Menurut pantauan Inforiau.co (7/11/2019) Berdasarkan halaman resmi aplikasi game. Game ini dirilis developer Paragisoft pada tanggal 19 April 2015 dan terakhir diupdate pada tanggal 15 Desember 2018.

Sebelumnya game ini sudah mendapatkan hujatan dari berbagai netizen. Beberapa netizen sampai mengancam keras pembuat game ini.

"Anjing aplikasi ini. Lihat kau yang buat aplikasi game ini, saya tuntut kau dan saya bakar kau hidup-hidup kau," hujat akun Andirustandi Andi pada kolom komentar, (3/11/2019).

Namun di sisi lain ada juga netizen yang menanggapi kekesalannya dengan cara yang bijak. Seperti pemilik akun yang bernama Adevva Afsyen.

Baca: Bonus Rp27 Miliar Tak Kunjung Cair, Atlet dan Pelatih Riau Siap Kepung Kantor Gubernur

"Sepertinya akun ini dapat dilaporkan sebagai penghina agama."

Adevva juga manyarankan untuk memasarkan game tidak perlu dengan cara menjela agama, cukup pasarkan dengan cara propesional saja.

"Kalau ingin memasarkan game ini tak usah bawa-bawa agama, cukup profesional aja." tulisnya, (15/10/2019).

Hingga hari ini aplikasi game tersebut masih bisa diunduh oleh para pengguna android dan belum dihapus oleh pihak playstore.



Terkait
Senam bersama DPC PKS Tuah Madani, Hendry Munief Ajak Warga Jaga Kesehatan Keluarga
Senam bersama DPC PKS Tuah Madani, Hendry Munief Ajak Warga Jaga Kesehatan Keluarga
DPD PKS Kampar Apresiasi Turnamen Mini Soccer Kerjasama
Kadispora Riau dan Ribuan Penonton Saksikan Laga Final
PWI Kampar Berhasil Mengalahkan KONI Kampar dan Kampar
Lainnya
Stadion Jakabaring Palembang Disiapkan Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U - 20
Stadion Jakabaring Palembang Disiapkan Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U - 20
Sanksi untuk Khabib Nurmagomedov Dianggap Tak Masuk Aka
Ronaldinho Akan Latih Pemain Pemula Sumsel
Jamu Barcelona Dini Hari Nanti, Zanetti Berharap Messi
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Kriminal
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provin
Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Ria
Nasional
Bukan Rapat Kabinet, Prabowo Kumpulkan Menteri di Bogor untuk Jamuan Wakil PM Rusia
Bukan Rapat Kabinet, Prabowo Kumpulkan Menteri di Bogor untuk Jamuan Wakil PM Rusia
Karhutla Berulang Tiap Tahun, Syahrul Aidi Dorong TNI J
Prabowo Targetkan 70 Ribu Polisi Hutan, Rekrutmen 21 Ri
Politik
Jokowi Sebut Polemik Ijazah Dirinya dan Gibran sebagai Operasi Politik
Jokowi Sebut Polemik Ijazah Dirinya dan Gibran sebagai Operasi Politik
PKS Buka Peluang Pansus Ijazah Gibran, Jimly Asshiddiqi
PKS Tanggapi Wacana Pansus Ijazah Gibran, Mardani Nilai
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat