Jelang Piala Dunia 2026, Hendry Munief Beri Catatan Strategis untuk TVRI, RRI, dan Antara
KANALSUMATERA.com - Jakarta — Menjelang penyelenggaraan ajang Piala Dunia 2026, anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief MBA, menyampaikan tujuh catatan strategis kepada lembaga penyiaran publik. Hal ini disampaikannya dalam Rapat Dengar bersama manajemen TVRI, RRI, dan Antara pada Rabu (14/5/2026) di Gedung DPR RI.
Dalam rapat tersebut, Hendry menegaskan bahwa momentum Piala Dunia harus dimanfaatkan secara maksimal, tidak hanya sebagai ajang siaran olahraga, tetapi juga sebagai sarana penguatan peran media publik di tengah masyarakat.
"Momentum Piala Dunia ini bukan sekadar event olahraga, tetapi peluang besar untuk meningkatkan kualitas penyiaran publik. TVRI, RRI, dan Antara harus mampu berkolaborasi, memperluas jangkauan hingga ke wilayah 3T, serta menjaga konsistensi rating agar manfaatnya berkelanjutan. Kunci keberhasilan ada pada kolaborasi dan strategi yang tepat, termasuk dalam memanfaatkan setiap konten yang dimiliki,” ujar Hendry Munief.
7 Catatan Strategis Hendry Munief Jelang Piala Dunia
Baca: DPD PKS Kampar Apresiasi Turnamen Mini Soccer Kerjasama PWI Kampar dan Anggota Legislatif PKS
Hendry Munief merinci tujuh poin penting yang perlu menjadi perhatian lembaga penyiaran publik agar momentum Piala Dunia memberikan dampak maksimal dan berkelanjutan:
Pertama, momentum Piala Dunia harus dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas penyiaran publik serta memperkuat peran TVRI, RRI, dan Antara di tengah masyarakat.
Kedua, diperlukan kolaborasi kuat antar lembaga penyiaran publik guna memperluas jangkauan siaran, terutama hingga wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).
Ketiga, pentingnya strategi sosialisasi yang masif agar antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia dapat dibangun sejak dini.
Baca: Ribuan Penonton Hadiri Final Piala Dunia Kuok yang ke-61
Keempat, penerapan strategi bundling konten dinilai krusial untuk menghadirkan tayangan yang lebih menarik, variatif, dan bernilai tambah bagi publik.
Kelima, TVRI diharapkan mampu menjaga bahkan meningkatkan rating pasca penyelenggaraan event, sehingga tidak terjadi penurunan minat masyarakat.
Keenam, kolaborasi antara TVRI, RRI dan Antara harus diperkuat dalam penyebaran informasi guna menjangkau audiens yang lebih luas secara merata.
Ketujuh, pemanfaatan footage Piala Dunia secara maksimal perlu dilakukan, baik untuk peningkatan kualitas program, bahan evaluasi, maupun membuka peluang iklan dan pengembangan konten ke depan.
Baca: Calon Ketua KONI Riau Edi Basri Hadiri Laga Final Gala Desa Pasir Sialang Bangkinang
Dorong Kolaborasi dan Keberlanjutan Pasca Event
Lebih lanjut, Hendry menekankan bahwa keberlanjutan menjadi faktor kunci agar dampak Piala Dunia tidak hanya bersifat sementara. Ia mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi kualitas siaran serta strategi konten setelah event berakhir.
Di sisi lain, Hendry juga memberikan apresiasi kepada TVRI yang telah menggandeng Polri dalam mendukung penyelenggaraan ajang internasional ini. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor merupakan elemen penting dalam menyukseskan event berskala global.
Dengan berbagai catatan tersebut, Hendry Munief berharap lembaga penyiaran publik dapat mengambil peran strategis, tidak hanya dalam menyukseskan Piala Dunia, tetapi juga dalam memperkuat eksistensi dan daya saing di tengah industri media yang semakin kompetitif.
