Bonus Rp27 Miliar Tak Kunjung Cair, Atlet dan Pelatih Riau Siap Kepung Kantor Gubernur
KANALSUMATERA.com - PEKANBARU – Kesabaran atlet dan pelatih berprestasi Riau akhirnya mencapai batas. Setelah berbulan-bulan menunggu kepastian pencairan sisa bonus Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara dan Peparnas, mereka berencana menggelar aksi damai di Kantor Gubernur Riau pada 5 Agustus 2026 sebagai bentuk protes atas belum dipenuhinya hak para peraih prestasi tersebut. Selasa (28/07/2026).
Rencana aksi itu merupakan hasil rapat koordinasi yang digelar para atlet dan pelatih di Kantor KONI Riau. Massa dijadwalkan berkumpul di Kantor KONI Riau sebelum bergerak menuju Kantor Gubernur Riau sekitar pukul 10.00 WIB.
Pelatih tinju senior Riau, Darman Hutauruk, mengatakan aksi tersebut lahir karena hingga kini belum ada kepastian terkait pembayaran sisa bonus yang dijanjikan pemerintah daerah.
Baca: Senam bersama DPC PKS Tuah Madani, Hendry Munief Ajak Warga Jaga Kesehatan Keluarga
"Rapat ini sebenarnya mendadak. Kami membahas sisa bonus atlet dan pelatih PON maupun National Paralympic Committee (NPC) yang sampai sekarang belum ada titik terang. Dari hasil rapat, kalau memang belum ada kepastian, kami sepakat melakukan aksi damai atau demonstrasi pada 5 Agustus nanti."
Menurut Darman, kondisi yang dialami sejumlah atlet saat ini sangat memprihatinkan. Sebagian dari mereka bahkan terpaksa mencari pekerjaan lain demi memenuhi kebutuhan hidup sambil menunggu hak yang belum dibayarkan.
Baca: TVRI Gorontalo Matangkan Persiapan Nobar Perempat Final Piala Dunia 2026, Libatkan UMKM
"Kalau dikatakan telantar mungkin terlalu dalam, tetapi kenyataannya pahit. Ada atlet juara nasional yang sekarang menjadi tukang parkir, ada yang menjadi pengemudi ojek. Mereka berharap sisa bonus itu bisa membantu kehidupan mereka."
Ia juga mengingatkan pemerintah agar segera menyelesaikan persoalan tersebut mengingat agenda olahraga nasional berikutnya sudah semakin dekat.
"Tahun depan sudah ada iven lagi. Bagaimana atlet mau bertanding kalau persoalan bonus yang lama saja belum selesai? Atlet ini pahlawan daerah. Mereka putra-putri asli Riau yang dibina sejak di PPLP dengan anggaran pemerintah, tetapi sekarang dibiarkan seperti ini."
Baca: KONI Riau Buka Pendaftaran Cabor Baru, Verifikasi Berkas Ditutup 11 Juli 2026
Darman menilai Riau menjadi salah satu provinsi yang belum menuntaskan pembayaran bonus atlet, berbeda dengan sejumlah daerah lain yang telah menyelesaikan kewajiban tersebut.
"Saya rasa di Republik ini hanya Riau yang belum selesai. Provinsi lain sudah selesai, termasuk Sumatera Barat. Kami berharap Pemerintah Provinsi Riau segera merealisasikan sisa bonus PON dan Peparnas. Itu saja yang kami tuntut."
Baca: Jelang Piala Dunia 2026, Hendry Munief Beri Catatan Strategis untuk TVRI, RRI, dan Antara
Hal senada disampaikan atlet angkat berat Riau, Rani. Ia berharap janji pemerintah untuk mencairkan bonus pada Juli 2026 dapat segera direalisasikan.
"Harapan kami bonus PON segera dibayarkan. Sudah lama sekali kami menunggu, padahal itu juga untuk kebutuhan hidup. Kami hanya ingin ada kejelasan dan mudah-mudahan segera direalisasikan."
Berdasarkan data, Pemprov Riau sebelumnya telah menyalurkan bonus tahap pertama senilai Rp23,64 miliar, terdiri atas Rp11,72 miliar untuk atlet dan pelatih PON serta Rp11,91 miliar bagi kontingen Peparnas. Sementara sisa bonus yang belum dibayarkan mencapai sekitar Rp27,40 miliar, yakni Rp12,81 miliar untuk PON dan Rp14,59 miliar untuk Peparnas.
Baca: DPD PKS Kampar Apresiasi Turnamen Mini Soccer Kerjasama PWI Kampar dan Anggota Legislatif PKS
Pada PON XXI Aceh-Sumut 2024, kontingen Riau berhasil membawa pulang 78 medali, terdiri atas 21 emas, 22 perak, dan 36 perunggu, serta menempati peringkat ke-12 nasional. (SM)
